Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

Sistem Respirasi Pada Hewan Jangkrik

Laporan Pratikum Biologi
Sistem Respirasi Pada Hewan Jangkrik

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Untuk melangsungkan kehidupannya makhluk hidup memerlukan udara bernapas. Udara merupakan kebutuhansehari-hari yang wajib didapatkan bagi setiap makhluk hidup. Udara yang didapatkan setiap hari digunakan oleh tubuh sebagai bahan material.
Proses pengambilan oksigen yang dilakukan oleh makhluk hidup disebut system respirasi. Terdapat 2 macam respirasi yaitu respirasi eksternal (bernapas) meliputi pengambilan O2 dan pengeluaran CO2 serta uap air. Dan respirasi internal (pernapasan selurel) terjadi didalam sel. Secara garis besar, pernapasan merupakan pemecahan glukosa dengan bantuan enzim-enzim untuk menghasilkan energy.
System respirasi tidak hanya di lakukan oleh manusia, namun juga pada tumbuhan dan hewan. System respirasi pada ketiga makhluk hidup tersebut memilik perbedaan. Seperti pada tumbuhan, system respirasi pada tumbuhan sangat berbeda. System respirasi pada tumbuhan pengamb…

Laporan Praktikum Ayunan Bandul Sederhana

Laporan Praktikum Ayunan Bandul Sederhana
A. Tujuan :
Menentukan nilai percepatan gravitasi melalui percobaan bandul sederhana.

B. Landasan Teori :
Bandul adalah benda yang terikat pada sebuah tali dan dapat berayun secara bebas dan periodik yang menjadi dasar kerja dari sebuah jam dinding kuno yang mempunyai ayunan. Dalam bidang fisika, prinsip ini pertama kali ditemukan pada tahun 1602 oleh Galileo Galilei, bahwa perioda (lama gerak osilasi satu ayunan, T) dipengaruhi oleh panjang tali dan percepatan gravitasi mengikuti rumus:


Di mana adalah panjang tali dan adalah percepatan gravitasi.
Periode berayun menjadi lebih panjang ketika amplitodo θ0 (lebar ayunan) bertambah.






Gerak Harmonik Sederhana (GHS) adalah gerak periodik dengan lintasan yang ditempuh selalu sama (tetap). Gerak Harmonik Sederhana mempunyai persamaan gerak dalam bentuk sinusoidal dan digunakan untuk menganalisis suatu gerak periodik tertentu. Gerak periodik adalah gerak berulang atau berosilasi mela…

Laporan Praktikum Keanekaragaman Tumbuhan

Laporan Praktikum Keanekaragaman Tumbuhan

I. TINJAUAN PUSTAKA
Keanekaragaman hayati tumbuh dan berkembang dari keanekaragaman jenis, keanekaragaman genetis, dan keanekaragaman ekosistem. Karena ketiga keanekaragaman ini saling kait-mengkait dan tidak terpisahkan, maka dipandang sebagai satu keseluruhan (totalitas) yaitu keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati menunjukkan adanya berbagai macam variasi bentuk, penampilan, jumlah dan sifat yang terlihat pada berbagai tingkat gen, tingkat jenis dan tingkat ekosistem (Wolf, 1992).
Tumbuhan merupakan kelompok makhluk hidup eukariot, fotosintetik, multiseluler, dan memiliki jaringan yang sudah berkembang dengan baik. Tumbuhan dapat hidup dalam berbagai lingkungan darat, mulai dari lingkungan hutan basah hingga daerah padang pasir atau daerah kutub. Tumbuhan memiliki ukuran yang bervariasi mulai dari bentuk mikroskopis hingga pohon yang berukuran besar hingga mencapai 100 meter lebih dan berdiameter 10 meter lebih. Rentang h…

Laporan Praktikum Ilmu Ukur Tanah I

Laporan Praktikum Ilmu Ukur Tanah I

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Dalam proses pembangunan pengukuran tanah merupakan bagian terpenting sebelum dilakukanya proses pembangunan. Pengukuran tanah dan teknik pemetaan menjadi sesuatu hal yang tidak dapat ditinggalkan, terutama untuk pembangunan fisik. Maka dari itu praktikum ilmu ukur tanah sangat penting sebagai bekal para mahasiswa teknik sipil yang kelak masuk ke dalam lapangan kerja, terutama dalam bidang pembangunan.
Ilmu ukur tanah merupakan bagian dari ilmu geodesi yang mempelajari cara-cara pengukuran di permukaan bumi dan di bawah tanah untuk berbagai keperluan seperti pemetaan dan penentuan posisi relatif pada daerah yang relatif sempit sehingga unsur kelengkungan permukaan buminya dapat diabaikan.
Dalam pengukuran di lapangan sering kali terjadi kesalahan-kesalahan yang berasal dari factor alat, factor manusia, dan factor alam. Maka dari itu melalui praktikum ilmu ukur tanah ini kita bisa menyikapi dan mengatasi …

Laporan Praktikum Analitik Analisis Gravimetri

Laporan Praktikum Analitik Analisis Gravimetri

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Tahap pengukuran dalam metode gravimetrik adalah penimbangan. Analitnya secara fisik dipisahkan dari semua komponen lain dari sampel itu maupun dari pelarutnya. Pengendapan merupakan teknik yang paling meluas penggunaannya untuk memisahkan analit dari pengganggu-pengganggunya. Analisa gravimetri merupakan suatu cara analisa kimia kuantitatif yang didasarkan pada prinsip penimbangan berat yang di dapat dari proses pemisahan analit dari zat – zat lain dengan metode pengendapan. Zat yang telah di endapkan ini di saring dan dikeringkan serta ditimabang dan diusahakan endapan itu harus semurni mungkin. Untuk memisahkan endapan tersebut maka sangat dibutuhkan pengetahuan dan teknik yang cukup yang wajib dimiliki seorang enginer. Dalam dunia teknik kimia sangat dibutuhkan juga bagaimana cara analisa gravimetri ini. Seperti halnya dalam industri, untuk mendukung kinerja kita sebagai insiyur teknik cara …

Laporan Praktikum Listrik

Laporan Praktikum Listrik
I. JUDUL
Listrik

II. TUJUAN
1. Agar mahasiswa dapat mengumpulkan data kuantitatif melalui pengukuran kuat arus, tegangan, dan hambatan dari percobaan rangkaian seri dan rangkaian paralel.
2. Agar mahasiswa dapat mengumpulkan data kualitatif dari percobaan rangkaian seri dan rangkaian paralel.
3. Agar mahasiswa dapat membuat tabel dan garafik untuk data yang dikumpulkan dari percobaan rangkaian seri dan rangkaian paralel.

III. ALAT DAN BAHAN
• Saklar
• Bola lampu
• Kabel
• Baterai
• Papan rangkaian

IV. LANDASAN TEORI
Dalam rangkaian elektronika terdapat banyak sekali konfigurasi rangkaian komponen-komponen elektronika, bukan sekedar rangkaian sederhana yang hanya terdiri d…

Laporan Praktikum Titik Berat Benda

Laporan Praktikum Titik Berat Benda
A. TUJUAN :
Memformulasikan titik berat pada benda tegar.

B. DASAR TEORI :
Suatu benda tegar dapat mengalami gerak translasi (gerak lurus) dan gerak rotasi. Benda tegar akan melakukan gerak translasi apabila gaya yang diberikan pada benda tepat mengenai suatu titik yang disebut titik berat. Benda akan seimbang jika pas diletakkan dititik beratnya.
Titik berat merupakan titik dimana benda akan berada dalam keseimbangan rotasi (tidak mengalami rotasi). Pada saat benda tegar mengalami gerak translasi dan rotasi sekaligus, maka pada saat itu titik berat akan bertindak sebagai sumbu rotasi dan lintasan gerak dari titik berat ini menggambarkan lintasan gerak translasinya.
Untuk benda yang berbentuk garis (satu dimensi), letak titik beratnya berada ditengah-tengah garis. Misalkan sebuah kawat dengan panjang6m, maka titik beratnya berada pada jarak 3m dari ujungnya.
Letak atau posisi titik berat yaitu terletak pada perpotongan diagonal ruang untuk bend…

Uji Zat Makanan

Laporan Praktikum Uji Zat Makanan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
Zat makanan merupakan bahan bahan yang di perlukan oleh tubuh supaya dapat tetap hidup. Makan berfungsi sebagai sumber energi mengganti sel sel yang usang dan untuk menambah cairan tubuh. Untuk dapat melaksanakan fungsinya, di perlukan makanan sehat. Makanan sehat adalah makanan yang mengandung gizi dalam jumlah seimbang, higienis, dan cukup. Makanan bergizi, artinya harus mengandung zat zat makanan yang diperlukan tubuh, yaitu cukup mengandung karbohidrat, lemak, protein, garam mineral,vitami dan air. Makanan harus higienis, artinya harus memenuhi syarat kesehatan, yaitu bebas kuman kuman penyakit dan zat zat racun yang membahayakan kelangsungan hidup manusia. Makanan yang cukup artinya dapat memenuhi kebutuhan tubuh sesui dengan kondisnya. Makanan juga harus mudah dicerna, sehingga dapat terserap optimal oleh usus untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
1. Fungsi Makanan Bagi Tubuh
1. Sumber energi, yaitu zat …

Kapasitas Pernapasan Paru-Paru

Kapasitas Pernapasan Paru-Paru
Tujuan
Mengetahui kapasitas pernapasan paru-paru

Alat dan Bahan
1. Bak air yang besar
2. Botol / stoples/jerigen yang bervolume 5 liter
3. Selang plastic + 40 cm
4. Gelas ukur
5. Timbangan badan
6. Air secukupnya
7. Spidol besar
Cara Kerja
1. Letakkan botol bervolume 5 liter dan isilah dengan air sebanyak 100 cm3 secara bertahap hingga penuh, sambil dibuat skala dengan spidol
2. Baliklah botol berskala yamg telah penuh air tersebut pada bak air sambil dipasang selang karet
3. Hiruplah nafas dalam-dalam dan hembuskan napas sekuat-kuatnya lewat mulut ke dalam botol berskala melalui selang plastic / selang karet
4. Amati beberapa volume air yang turun (volume air yang turun berarti kapsitas udara pernapasan kita).
5. Timbanglah berat badan siswa yang menghembuskan napas tersebut.
6. Bandingkan dengan kawan-kawan yang memiliki berat badan berbeda.
7. Catatlah hasil pengamatanmu dalam table
8. Lakukan pula pengukuran kapasitas pernapasan paru-paru setelah ber…

Laporan Praktikum Sifat Koligatif Larutan

Laporan Praktikum Sifat Koligatif Larutan

JUDUL
Kerapatan dan Berat Jenis

II. TUJUAN
Menentukan kerapatan dan berat jenis suatu zat serta dapat memahami aplikasinya.

III. DASAR TEORI
Ahli farmasi seringkali menggunakan besaran pengukuran kerapatan dan bobot jenis apabila mengadakan perubahan massa dan volume. Kerapatan adalah turunan besaran yang menyangkut satuan massa dan volume. Batasanya adalah massa per satuan volume pada temperatur dan tekanan tertentu yang dinyatakan dalam system cgs dalam gram per sentimeter kubik (g/cm3) (Martin,1990).
Bila kerapatan benda lebih besar dari kerapatan air, maka benda tersebut akan tenggelam dalam air. Bila kerapatannya lebih kecil, maka benda akan mengapung. Benda yang mengapung, bagian volume sebuah benda yang tercelup dalam cairan manapun sama dengan rasio kerapatan benda-benda terhadap kerapatan cairan. Rasio kerapatan air dinamakan berat jenis zat itu (Mochtar,1990).
Bobot jenis suatu zat adalah perbandingan bobot zat …

Laporan Praktikum Pembuatan Ekstrak Pestisida Nabati

Laporan Praktikum Pembuatan Ekstrak Pestisida Nabati
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Residu sejumlah bahan kimia yang ditinggalkan pestisida sintetik melalui berbagai siklus secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi manusia. Namun kenyataan bahwa pestisida atau bahan pembasmi serangga kini digunakan secara luas oleh masyarakat petani. Pestisida, selain merupakan alat pembasmi serangga, dirasa sebagai kebutuhan pokok masyarakat dalam usaha budidaya pertanian. Masyarakat juga belum mengerti pengetahuan akan pemakaian pestisida kimia secara tepat sesuai dengan peraturan ambang ekonomi. Oleh karena itu diperlukan solusi agar masyarakat mengurangi ketergantungannya terhadap pestisida kima. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah mengalihkan penggunaan pestisida kimia menjadi pestisida nabati.
Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan atau bagian tumbuhan seperti akar, daun, batang atau buah. Bahan-bahan ini diolah menjadi berbagai …