Memahami Struktur Dasar Tubuh Marmut (Cavia Cobaya)

Memahami Struktur Dasar Tubuh Marmut (Cavia Cobaya)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kerajaan binatang memiliki beberapa tingkatan untuk membagi hewan-hewan yang terdapat di muka bumi ini. Tingkatan tertinggi pada kerajaan binatang tersebut adalah mamalia. Pada umumnya , semua jenis mamalia memiliki rambut yang menutupi tubuhnya. Jumlah rambut tersebut berbeda-beda antara spesies yang satu dengan yang lain. Ada spesies yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh rambut dan ada pula spesies yang hanya memiliki rambut di tempat-tempat tertentu pada bagian tubuhnya. Mamalia merupakan hewan yang bersifat homoioterm atau sering disebut hewan berdarah panas. Hal ini dikarenakan kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
Sebutan mamalia sendiri berasal dari keberadaan glandula (kelenjar) mamae pada tubuh mereka yang berfungsi sebagai penyuplai susu. Seperti yang kita ketahui bahwa mamalia betina menyusui anaknya dengan memanfaatkan keberadaan kelenjar tersebut. Walupun mamalia jantan tidak menyusui anaknya, bukan berarti mereka tidak memiliki kelenjar mamae. Semua mamalia memiliki kelenjar mamae , tetapi pada mamalia jantan kelenjar ini tidaklah berfungsi sebagaimana pada mamalia betina.
Praktikum ini menggunakan marmut sebagai salah satu spesies yang mewakili mamalia karena selain mudah didapat, susunan tubuh marmut mudah dipelajari, demikian juga fisiologinya dapat ditunjukan. Cara hidupnya sederhana dan mudah diamati.
Marmot (Cavia cobaya) merupakan hewan dari kelas mamalia yang berdarah panas (homoiterm). Suhu tubuhnya tetap tidak terpengaruh oleh lingkungannya. Mamalia itu sendiri dari bahasa latin yaitu mammae yang berarti buah dada, sehingga setiap hewan kelas ini mempunyai kelenjar susu. Kelenjar susu akan berkembang dan fungsi sekresinya akan meningkat pada hewan betina dewasa. Susu dikeluarkan melalui kelenjar yang ada di glandula mamae. Kulit yang menutupi mamalia terdiri atas dua lapisan yaitu corium (di sebelah dalam) dan epidermis (sebelah luar).
Marmot mempunyai sifat yang spesifik yaitu mempunyai ekor yang menonjol, pada waktu lahir anak marmut mirip marmut dewasa karena sudah berambut dan matanya sudah terbuka. Ciri lain yang membedakan dengan hewan lain adalah pada jantung mamalia dewasa mempunyai dua ventrikel yang berfungsi untuk memompa darah, dengan dinding yang sengat tebal dan dua atrium. Bagian yang menarik pada marmut adalah cara hewan ini untuk menarik lawan jenisnya, yaitu dengan cara menyebarkan bau yang dihasilkan dari kelenjar yang terdapat pada lekuk pirenium yang letaknya poeterior dari penis ayau vulva, peristiwa ini disebut hedonik.
Klasifikasi dari marmut (Cavia cobaya) menurut Storer dan Usinger (1961) adalah sebagai berikut :
Phylum : Chordata
Sub phylum : Vertebrata
Class : Mammalia
Ordo : Rodentia
Familia : Cavidae
Genus : Cavia
Spesies : Cavia porcellus.
1.2 TUJUAN PRAKTIKUM
1. Agar dapat mengidentifikasi bentuk luar tubuh Cavia cobaya.
2. Agar dapat mengidentifikasi topografi alat-alat visceral Cavia cobaya.
1.3 HARI, TANGGAL PRAKTIKUM
Senin, 27 november 2011.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Djuhanda (1982:52)menyatakan bahwa mamalia mempunyai tubuh berbentuk bilateral simetris dengan tulang rangka yang mempunyai kendio okspital, pada rahangya terdapat gigi yang bentuk dan besarnya berbeda untuk setiap individu, bibir atas dan bawah bercelah di tengah-tengah sehingga gigi serinya dapat terlihat dari luar. Kaki teradaptasi untuk berjalan, memanjat, menggali tanah, serta berenang sehingga kakinya mempunyai cakar, kuku, dan telapak. Jantung mempunyai empat ruang dengan sekat yang sempurna, aortanya hanya terdapat di sebelah kiri. Ukuran paru-paru relatif besar, kompak dan kenyal yang terdapat pada rongga dada.
Sukiya (2005: 93) menyatakan bahwa asal usul Mamalia adalah dari bangsa reptil, Mamalia memiliki karakter struktural yang membedakan dari kehidupan vertebrata lain. Ciri utama dari Mamalia adalah adanya kelenjar susu, yang berfungsi sebagai sumber makanan untuk anaknya. Kelenjar lain yang biasa ditemukan adalah kelenjar minyak (sebasea) dan kelenjar keringat (sudorifera). Rambut tumbuh selama periode tertentu dalam hidupnya, meskipun berkurang atau tidak ada sama sekali pada stadium tua seperti pada paus. Mamalia berisfat endotermis karena memiliki mekanisme internal pengontrol suhu tubuh.
Wideowati (2005: 50) menytakan bahwa Cavia cobaya seluruh tubuhnya di tutupi oleh rambut yang merupakan untuk ciri khas hewan mamalia. Tubuh marmut dapat di bedakan antara bagian-bagian caput, cervix, truncus dengan exstrimitas liberaenya berupa dua pasang kaki, dan cauda sebagai bagian tubuh yang paling distal. Sehingga binatang ini di masukkan ke dalam golongan terapoda (berkaki emapat). Bagian caput terdiri dari rima oris, nares, organon visus, auriculae, dan porus acusticus externus. Untuk truncus terdiri dari thorax, dorsum, abdomen, glutea, perineum, dan cauda.
Brotowidjoyo (1989:232) menyatakan bahwa mamalia yang betina memeiliki kelenjar mamae (air susu) yang tumbuh baik. Anggota gerak depan pada mamalia dapat bermodifikasi untuk berlari, menggali lubang, berenang dan terbang. Pada jari-jarinay terdapat kuku, cakar, atau track. Pada kulit terdapat banyak kelenjar minyak dan keringat. Gigi umumnya terbahi menjadi 4 tipe, yaitu gigi seri, taring, premolar, dan molar. Respirassi melalui paru-paru yang mengandung banyak bagian kecil –kecil. Tiap paru-paru berada di dalam ruang plureal. Ada 2 fragma muscular. Pada laring terdapat pita suara.
Ali (2007) meyatakan bahwa rongga mulut pada marmut (Cavia cobaya)dibentuk oleh atap dan dasar, atap terdiri atas palatum durun yang berupa langit-langit keras disebelah anterior dan palatum molle yang merupakan langit-langit lunak dan didalam rongga mulut terdapat gigi yang tertanam dalam alveolus (lubang dalam rahang). Gigi pada marmut (Cavia cobaya)berfungsi untuk memotong atau mengerat makanan.Lidah mempunyai papila perasa. Terdapat 4 pasang kelenjar ludah, yaitu parotid, infraorbital, submaxilari dan sublingual. Terdapat kandung empedu dengan saluran getah pankreas yang bermuara kedalam duodenum. Sekum (caecum) bedar berdinding tipis, panjangnya kira-kira 50 cm dengan apendiks fermiformis (umbai cacing) yang bentuknya seperti jar



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Laporan Praktikum

Laporan Praktikum Analisis Vegetasi

Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation