Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur

Laporan Praktikum: Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Uji nyala terhadap beberapa kation logam-logam golongan alkali tanah, II A periodic unsure, diperoleh data sebagai berikut: warna spectrum pada Li, merah; Na, kuning; K, ungu; Mg, tak berwarna; Cu, merah; Ba, hijau. Mengapa warna setiap spectrum dalam setiap kation di atas berbeda? Ketia garam padat dikenakan nyala api, electron-elektron kation menyerap energy, sehingga gerakannya makin cepat. Elektron yang untung energy itu berpindah ke tingkat energy yang lebih tinggi, dikatakan electron itu dari keadaan stasioner mengalami eksitasi namun keadaan ini tidak stabil. Energy itu terpancar kembali sebagai spectrum dan electron kembali ke keadaan semula. Mengapa warna spectrum tiap atom unsure berbeda? Warna yang berbeda disebabkan oleh panjang gelombang yang berbeda. Berarti jarak orbital tiap unsure atom selalu berbeda. Jarak antara molekul dalam suatu orbital ternyata tidak ada yang sama untuk setiap atom unsure. Dikatakan bahwa spectrum cirri khas suatu unsure (Etna Rufiati. 2012).
Berdasarkan paparan di atas, maka dilakukan percobaan ini.
B. Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini yaitu:
1. Melakukan uji logam menggunakan nyala
2. Membedakan logam yang satu dengan logam yang lainnya
3. Menentukan waktu sinar yang terpancar dari masing-masing logam
C. Prinsip Percobaan
Prinsip kerja pada percobaan ini yaitu setiap atom yang diberikan energy atau panas maka kulit terluarnya akan tereksitasi. Dimana eksitasi dapat memberikan spectrum yang khas dengan memancarkan energy radiasi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Istilah atom berasal dari kata atomos, yaitu terminology Yunani kuno yang berarti tidak dapat dibagi-bagi lagi. Upaya-upaya untuk menjelaskan konsep atom telah lama dilakukan. Dalam hal ini Leusippus dan Democritus 460-370 SM) menyatakan bahwa atom adalah materi terkecil yang sedemikiannya sehingga tidak dapat dibagi-bagi lagi (Alimin, 2008: 4).
Konsep atom Dalton jauh lebih rinci dan spesifik dibandingkan konsep Demorcitus. Hipotesis pertama bahwa atom dari unur atom yang satu berbeda dari semua unsure lain. Dalton tidak mencoba untuk menggambarkan struktur atom. Tetapi ia menyadari bahwa perbedaan sifat yang ditunjukkan oleh unsure-unsur seperti hydrogen dan oksigen dapat dijelaskan dengan mengasumsikan baha atom-atom hydrogen tidak sam dengan atom-atom oksigen.hipotesis kedua menyatakan bahwa untuk membentuk suatu senyawa, tidak hanya membutuhkan atom dari unsure yang sesuai, tetapi juga jumlah yang spesifik dar atom-atom ini. Gagasan ini merupakan perluasan dari suatu hokum yang dipublikasikan pada tahun 1799oleh seorang kimiawan dari Prancis Joseph Proust. Hukum perbandingan tetap, Proust menyatakan bahwa sampel yang berbeda dari senyawa yang asam selalu mengandung unsure-unsur penyusunnya dengan perbandingan massa yang sama (Raymond Chang, 2004: 30).
Logam dengan air menghasilkan gas hydrogen dan logam hidroksida. Litium sedikit bereaksi dan sangat lambat, sodium jauh lebih cepat, kalium terbakar sedangkan radium dan sesium menimbulkan ledakan. Logam alkali juga bereaksi dengan oksigen membentuk oksida Li, Na, K biasanya disimpan dalam minyak untuk menghindari permukaan dari oksigen. Oksigen yang berbentuk dari logam alkalibermacam-macam (Sri Wardhani, 2009: 2-3).
Unsure-unsur golongan IA dan IIA pada deter aktivitas terletak di atas. Juga perhatikan bahwa logam-logam yang kurang reaktif tempatnya berdekatan dengan periode 6 di sebelah kanan dari pusat table susunan berkala dalam daerah logam transisi. Kegunaan dari logam untuk dioksidasi adalah suau sifat yang sangat penting (Nanang Ruhyat, 2011, 8).
Atom mengandung electron dan atom secara listrik bermuatan netral untuk mempertahankan kenetralan listrik, atom harus mengandung muatan positif dan negative dengan jumlah yang sama. Berdasarkan informasi ini, Thomson mengajukan pandangannya bahwa suatu atom dapat dibayangkan sebagai suatu materi yang seragam yang bermuatan positif dengan electron menempel padanya. Model Thomson ini yang disebut juga roti kismis menjadi teori yang diterima selama beberapa tahun (Raymond Chang, 2004, 33).
Sewaktu electron diterima sebagai partikel dasar materi yang ditemui dalam semua atom, fisikawan atom mulai berspekulasi tentang bagaimana partikel-partikel ini ada di dalam atom. Model yang dapat diterima umum adalah yang ditunjukkan oleh J.J Thomson. Thomson berpikir bahwa muatan positif yang diperlukan untuk mengimbangi muatan negtif dari electron dalam atom yang netral adalah bentuk awan nebula (Ralph H. Prtrucci, 2011, 39-40).
Setelah diketahui bahwa dalam atom terdapat muatan positif dan electron. Pada tahun 1898, Thomson mengusulkan bahwa atom dapat dipandang sebagai suatu permukaan bola yang bermuatan positi9f dan pada permukaan tersebut menempel electron (Bunbun Bundjali, 2002: 5).



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Laporan Praktikum

Laporan Praktikum Analisis Vegetasi

Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation