Laporan Praktikum

Select Menu
  • Home

cari di blog ini

Home » Mikrobiologi » Laporan Praktikum Mikrobiologi Mikroskopi

Jumat, 16 November 2012

Laporan Praktikum Mikrobiologi Mikroskopi

Admin
Add Comment
Mikrobiologi
Jumat, 16 November 2012
Laporan Praktikum Mikrobiologi Mikroskopi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Dasar Teori
Mikroskop adalah salah satu alat yang hubungannya sangat erat sekali dengan praktikum mikrobiologi, khususnya untuk melihat bayangan mikroorganisme yang ukurannya sangat kecil. Didalam mikroskop, ada beberapa jenis teknik dasar tertentu yang harus dipelajari oleh praktikan mikrobiologi untuk digunakan dalam laboratorium.
Tubuh mikroskop pada dasarnya terdiri dari bagian mekanik, bagian optic (lihat gambar) dan beberapa jenis dilengkapi dengan bagian elektrik dan fotografi.
Kedua kategori mikroskop yang ada ialah mikroskop cahaya (atau optis) dan mikroskop electron. Keduanya berbeda dalam prinsip yang mendasari perbesaran. Mikroskop cahaya yang kesemuanya menggunakan system lensa optis, mencakup mikroskop :

1) Mikroskop medan-terang
2) Mikroskop medan-gelap
3) Mikroskop fluoresensi
4) Mikroskop kontras-fase

Mikroskop electron menggunakan berkas electron sebagai pengganti gelombang cahaya untuk memperoleh bayangan yang diperbesar. (Gerhadt, P.1980)
Bagian mekanik dan bagian optic selalu ada pada setiap jenis mikroskop, meskipun tidak semua sub-bagian ada. Bagian mekanik meliputi : statif, tubus, revolver, meja benda, sekrup pengatur tubus, sekrup pengatur kondensor dan sekrup pengatur meja benda. Bagian optiknya meliputi : lensa okuler, lensa objektif, kondensor dan cermin pengatur cahaya. Bayangan preparat yang kita lihat dibentuk oleh lensa objektif, didalam tubus mikroskop membentuk bayangan nyata dari preparat. Bayangan nyata tersebut selanjutnya diperbesar oleh lensa okuler yang merupakan lensa yang berfungsi untuk membuat bayangan semu terakhir, sehingga bayangan tersebut dapat dilihat langsung oleh mata pengamat.
Beberapa macam mikroskop cahaya biasa misalnya : mikroskop pantul cermin, mikroskop lampu listrik, mikroskop medan gelap, mikroskop fase kontras. Mikroskop yang mempunyai daya pisah lebih tinggi, misalnya : mikroskop ultraviolet, mikroskop electron transmisi, dan mikroskop electron pemayaran (terfokus).
Mikroskop biasa yakni : mikroskop pantul cermin dan mikroskop lampu listrik. Keduanya memiliki perbedaan pada sumber cahaya pembentuk bayangan, yaitu cahaya pantulan dari cermin (baik matahari atau lampu listrik yang dipantulkan) dan cahaya langsung dari lampu listrik.
Mikroskop medan gelap digunakan untuk mengamati mikroorganisme yang masih hidup, khususnya yang selnya sangat tipis atau yang hamper mendekati batas daya pisah mikroskop.
Mikroskop ultraviolet merupakan variasi dari mikroskop biasa yang menggunakan sinar ultraviolet namun tidak dapat dilihat oleh mata manusia, ehingga bayangan objek yang diamati harus direkam dulu dengan alat fotografi.
Mikroskop electron merupakan mikroskop yang menggunakan berkas sinar electron yang panjang gelombangnya jauh lebih pendek disbanding cahaya biasa maupun ultraviolet. Oleh karena itu daya pisahnya menjadi sangat besar dan memungkinkan pembesaran sampai jutaan kali.

1.2 Tujuan Praktikum
• Mahasiswa dapat membedakan jenis-jenis mikroskop yang sering digunakan dalam kerja laboratorium
• Mahasiswa mampu menyiapkan dan mengoperasikan mikroskop optic cermin maupun listrik sesuai dengan prosedur.



BAB II
BAHAN DAN ALAT

3.1 Mikroskop Optik Cermin Pantul
A. Bahan dan Alat

1. Bahan : 1 gulung kertas tissue, 1 lembar lap katun atau flannel, 100 ml alcohol 70%, dan 1 ml minyak imersi.
2. Alat : 1 buah mikroskop optic cermin pantul, 1 buah preparat mikroorganisme awetan, 3 buah lensa filter (biru, merah, hijau).

B. Prosedur Kerja

1. Cermin pada mikroskop diarahkan ke sumber cahaya sedemikian rupa sehingga pantulan cahaya tepat jatuh melalui lubang diafragma kondensor.
2. Lensa objektif pada pembesaran yang dikehendaki ditempatkan pada kedudukan seporos dengan lensa okuler, dengan cara memutar revolver.
3. Lensa-lensa diamati dengan cara mengintip pada lensa okuler untuk memastika kebersihan lensa maupun intensitas cahaya yang masuk.
4. Jika terlihat ada kotoran, lensa dibersihkan dahulu dengan hati-hati menggunakan lap lunak yang tidak mudah terlepas bahan seratnya.. Jika intensitas cahaya tidak sesuai dengan pandangan mata, posisi kondensor atau luas lubang diafrgmanya diubah.
5. Preparat atau specimen dipasang diatas meja benda dan objek diletakkan tepat diatas lubang meja benda serta tersorot cahaya dari cermin mikroskop.
6. Tubus diturunkan dengan memutar sekrup pengatur tubus sampai lensa objektif pada kedudukan paling dekat dengan objek, dengan hati-hati agar lensa objektif tidak menabrak preparat.
7. Preparat diamati melalui lensa okuler dan diatur kembali masuknya cahaya ke dalam mikroskop, sehingga diperoleh bidang pemandangan yang cukup terang dan merata, dengan cara mengatur kedudukan kondensor dan lubang diafragma.

3.2 Mikroskop Optik Lampu Listrik



Download  |  Sumber


Sekian artikel Laporan Praktikum Mikrobiologi Mikroskopi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Laporan Praktikum Mikrobiologi Mikroskopi dengan alamat link https://praktikum-laporan.blogspot.com/2012/11/laporan-praktikum-mikrobiologi.html
Facebook Twitter Google+

0 Comments

Kotak Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Populer Minggu ini

  • Pengukuran Konsentrasi Larutan dengan Spektrofotometri
    Pengukuran Konsentrasi Larutan dengan Spektrofotometri
      ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur konsentrasi larutan menggunakan spektrofotometri berdasarkan hukum Beer-Lambert. Dengan mem...
  • Pengukuran Gaya Magnetik dengan Sensor Hall - Laporan Praktikum
    Pengukuran Gaya Magnetik dengan Sensor Hall - Laporan Praktikum
      ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur gaya magnetik menggunakan sensor Hall. Sensor Hall mengubah medan magnet yang diterimanya m...
  •  Pengukuran pH Larutan dengan pH Meter
    Pengukuran pH Larutan dengan pH Meter
    ABSTRAK Praktikum ini dilaksanakan untuk mengukur tingkat keasaman (pH) larutan menggunakan pH meter. Metode pengukuran dilakukan secara non...
  • Pengukuran Kadar Gula dalam Larutan dengan Refraktometer - Laporan Praktikum
    Pengukuran Kadar Gula dalam Larutan dengan Refraktometer - Laporan Praktikum
     ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur kadar gula dalam larutan menggunakan refraktometer dengan mengukur indeks bias larutan. Tekn...
  • Pengukuran Kecepatan Rotasi dengan Tachometer
    Pengukuran Kecepatan Rotasi dengan Tachometer
     ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur kecepatan rotasi suatu poros menggunakan tachometer digital. Metode pengukuran dilakukan den...

Label

Aliran Air Archimedes Asam Atom Baterai Benda Besi Bunyi Cahaya Darah Data Efek Peltier Elektrolisis Elektromagnetik Entalpi Enzim Fermentasi Fitokimia Flow Meter Garam Gaya Magnetik Gelombang Gen Gesekan Getaran Gravitasi Hambatan Listrik Hewan Hidrolisis Hukum ingenhousz Kadar Gula Kalor kecepatan Konstanta Dielektrik Kontrasi larutan Korosi Laporan Praktikum larutan LED Listrik Logam Magnet Makanan Manusia Massa Massa Jenis Mikrobiologi Mikroskop modulus elastisitas Natrium Osmosis Pakaian Pegas Pengukuran Percepatan Perpindahan Panas pH larutan pH Meter Piknometer Pupuk Rangkaian LC Rangkaian RC Reaksi Rekayasa Reproduksi Resonansi sach Sel Senyawa Snell Spektrometer spektrum Suhu Tali Tanah Titik Beku Titik Lebur Tumbuhan Turbin Air Udara Unsur Zat cair

Arsip Blog

Copyright Laporan Praktikum - All Rights Reserved