Laporan Praktikum

Select Menu
  • Home

cari di blog ini

Home » Uncategories » Pemurnian dan Pemisahan

Rabu, 04 Desember 2013

Pemurnian dan Pemisahan

Admin
Add Comment
Rabu, 04 Desember 2013
Pemurnian dan Pemisahan

A. Pelaksanaan
Hari/tanggal : Kamis, 29 November 2012
Waktu : 11:00-selesai
Tempat : Laboratorium IPA IAIN Mataram
Tujuan : Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan dekantasi, filtrasi, kristalisasi, dan rekristalisasi

B. Landasan Teori
a. Dekantasi
Dekantasi adalah proses mengenapkan semua endapan kemudian menuang hati-hati cairan di atas endapan sehingga endapan tetap tinggal dalam wadah semula. Dekantasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat atau zat cair dengan zat cair yang tidak saling campur (suspensi). Metode ini lebih cepat dibanding filtrasi tetapi hasilnya kurang efektif. Cara ini lebih efektif kalau partikel padatnya besar-besar. (A. Hadyana Pudjaatmaka, 1999: 166)
b. Filtrai
Filtrasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan mneggunakan filter (penyaring). Hasil filtrasi disebut filtrat sedangkan sisa filtrasi disebut residu atau ampas. Seperti halnya dikantir, proses penyaringan juga diguanakan untuk memisahkan campuran yang zat penyusunnya cairan dan padatan. Bedanya ukuran padatan cukup kecil sehingga tidak mengendap didasar cairan, tetapi tersebar pada cairan. Jika campuran jenis ini dikantir, maka padatan dan cairan tidak terpisah dengan baik. Untuk itu dilakukan penyaringan (filtrasi). (David W. Oxtoby, dkk, 2001: 342)
c. Kristalisasi
Kristalisasi (crystallization) adalah proses terpisahnya zat terlarut dari larutan dan membentuk Kristal. Perhatikan pengendapan dan kristalisasi kedua-duanya menjelaskan terpisahnya zat padat berlebih dari larutan lewat jenuh. Namun kedua padatan yang terbentuk melalui kedua proses berbeda penampilanya. Kita biasannya membayangkan bahwa endapan terbentuk dari partikel kecil, sementara Kristal dapat berukuran besar dan bentuknya bagus. (Raymond Chang, 2003:4)
d. Rekristalisasi
Rekristalisasi adalah satu dari metode yang ampuh untuk pemurnian zat padat didasarkan atas perbedaan antara kelarutan zat yang diinginkan dan kotorannya. Dalam rekristalisasi sebuah larutan mulai mengendapkan sebuah senyawa bila larutan tersebut mencapai titik jenuh terhadap senyawa tersebut. Cara ini bergantung pada kelarutan zat dalam pelarut tertentu dikala suhu diperbesar. Karena konsentrasi total impuritif biasanya lebih kecil dari konsentrasi zat yang dimurnikan, bila dingin maka konsentrasi impuritif yang rendah tetapi dalam larutan sementara produk yang berkonsentrasi tinggi akan mengendap. (David W. Oxtoby, dkk, 2001: 344)



Download


Sekian artikel Pemurnian dan Pemisahan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Pemurnian dan Pemisahan dengan alamat link https://praktikum-laporan.blogspot.com/2013/12/laporan-pemurnian-dan-pemisahan.html
Facebook Twitter Google+

0 Comments

Kotak Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Populer Minggu ini

  • Pengukuran Konsentrasi Larutan dengan Spektrofotometri
    Pengukuran Konsentrasi Larutan dengan Spektrofotometri
      ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur konsentrasi larutan menggunakan spektrofotometri berdasarkan hukum Beer-Lambert. Dengan mem...
  • Pengukuran Gaya Magnetik dengan Sensor Hall - Laporan Praktikum
    Pengukuran Gaya Magnetik dengan Sensor Hall - Laporan Praktikum
      ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur gaya magnetik menggunakan sensor Hall. Sensor Hall mengubah medan magnet yang diterimanya m...
  • Pengukuran Kadar Gula dalam Larutan dengan Refraktometer - Laporan Praktikum
    Pengukuran Kadar Gula dalam Larutan dengan Refraktometer - Laporan Praktikum
     ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur kadar gula dalam larutan menggunakan refraktometer dengan mengukur indeks bias larutan. Tekn...
  •  Pengukuran pH Larutan dengan pH Meter
    Pengukuran pH Larutan dengan pH Meter
    ABSTRAK Praktikum ini dilaksanakan untuk mengukur tingkat keasaman (pH) larutan menggunakan pH meter. Metode pengukuran dilakukan secara non...
  • Pengukuran Kecepatan Rotasi dengan Tachometer
    Pengukuran Kecepatan Rotasi dengan Tachometer
     ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur kecepatan rotasi suatu poros menggunakan tachometer digital. Metode pengukuran dilakukan den...

Label

Aliran Air Archimedes Asam Atom Baterai Benda Besi Bunyi Cahaya Darah Data Efek Peltier Elektrolisis Elektromagnetik Entalpi Enzim Fermentasi Fitokimia Flow Meter Garam Gaya Magnetik Gelombang Gen Gesekan Getaran Gravitasi Hambatan Listrik Hewan Hidrolisis Hukum ingenhousz Kadar Gula Kalor kecepatan Konstanta Dielektrik Kontrasi larutan Korosi Laporan Praktikum larutan LED Listrik Logam Magnet Makanan Manusia Massa Massa Jenis Mikrobiologi Mikroskop modulus elastisitas Natrium Osmosis Pakaian Pegas Pengukuran Percepatan Perpindahan Panas pH larutan pH Meter Piknometer Pupuk Rangkaian LC Rangkaian RC Reaksi Rekayasa Reproduksi Resonansi sach Sel Senyawa Snell Spektrometer spektrum Suhu Tali Tanah Titik Beku Titik Lebur Tumbuhan Turbin Air Udara Unsur Zat cair

Arsip Blog

Copyright Laporan Praktikum - All Rights Reserved