Laporan Praktikum

Select Menu
  • Home

cari di blog ini

Home » Hewan » Gerak taksis pada cacing tanah

Minggu, 24 November 2013

Gerak taksis pada cacing tanah

Admin
Add Comment
Hewan
Minggu, 24 November 2013
A. JUDUL PRAKTIKUM
Gerak taksis pada cacing tanah (Stimulus – Respons)
B. TUJUAN
Mempelajari perilaku naluriah hewan cacing dalam merespons rangsang dari lingkungan
C. ALAT DAN BAHAN
1. toples bekas kue astor 4 buah
2. gelas kimia 500 ml
3. gelas kimia 50 ml
4. gelas ukur 25 ml
5. kabel listrik
6. batu baterai
7. gunting kertas
8. kertas karton hitam
9. kertas alumunium foil
10. kertas saring
11. hati ayam
12. aquades
13. cacing tanah yang masih bugar
14. tanah
15. humus
D. CARA KERJA
Hal pertama yang harus dikerjakan untuk praktikum ini ialah membuat sediaan feromon dan ekstrak hati ayam. Feromon dibuat dengan memberikan kejutan listrik (dari batu baterai) kepada minimal lima ekor cacing. Untuk sediaan ini pemberian kejutan listrik dilakukan di atas lembaran alumunium foil ukuran 10x10 cm2. Feromon yang telah dikeluarkan dengan kejutan listrik selanjutnya diencerkan dengan 15 ml air yang kemudian dicampurkan dengan tanah. Sediaan ekstrak hati ayam dibuat dengan menumbuk hati ayam, mengencerkannya dan menyaringnya menggunakan kertas saring. Ekstrak ini juga kemudian dicampurkan ke dalam tanah sebagai sediaan yang berbeda.
Pekerjaan lain yang harus dilakukan ialah mempersiapkan empat wadah toples yang akan diisi dengan berbagai jenis zat perangsang. Ke dalam wadah toples tersebut dilakukan pengisian tanah yang terbagi menjadi dua belah area tanah yang disekat dengan kertas karton hitam berlapis alumunium foil. Kertas tersebut dilubangi sebesar diameter cacing yang akan ditanamkan ke dalam setiap wadah.
Semua belahan pertama toples diisi dengan tanah lembab sedangkan belahan lainnya diisi dengan beragam zat perangsang, ialah:
Belahan kedua pada toples I : tanah yang dicampur dengan feromon
Belahan kedua pada toples II : tanah yang dicampur dengan ekstrak hati ayam
Belahan kedua pada toples III: tanah humus
Belahan kedua pada toples IV: tanah lembab
Perlakuan terhadap cacing
Setelah semua sediaan dimasukkan ke dalam toples maka langkah selanjutnya memilih empat puluh ekor cacing yang masih bergerak aktif dan bugar dan membaginya menjadi empat kelompok maing-masing sepuluh ekor, yang akan mengisi setiap toples yang telah dipersiapkan. Masing-masing toples yang telah berisi sediaan tanah dengan berbagai perlakuan diberi cacing dalam waktu yang bersamaan.
Biarkan perlakuan tersebut selama empat jam, kemudian periksa masing-masing belahan dari setiap perlakuan tersebut. Banyaknya cacing pada tanah yang berisi rangsang tertentu menunjukkan kekuatan rangsang untuk dapat menarik respons cacing.



Download


Sekian artikel Gerak taksis pada cacing tanah kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Gerak taksis pada cacing tanah dengan alamat link https://praktikum-laporan.blogspot.com/2013/11/gerak-taksis-pada-cacing-tanah.html
Facebook Twitter Google+

0 Comments

Kotak Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Populer Minggu ini

  • Pengukuran Konsentrasi Larutan dengan Spektrofotometri
    Pengukuran Konsentrasi Larutan dengan Spektrofotometri
      ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur konsentrasi larutan menggunakan spektrofotometri berdasarkan hukum Beer-Lambert. Dengan mem...
  • Pengukuran Gaya Magnetik dengan Sensor Hall - Laporan Praktikum
    Pengukuran Gaya Magnetik dengan Sensor Hall - Laporan Praktikum
      ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur gaya magnetik menggunakan sensor Hall. Sensor Hall mengubah medan magnet yang diterimanya m...
  • Pengukuran Kadar Gula dalam Larutan dengan Refraktometer - Laporan Praktikum
    Pengukuran Kadar Gula dalam Larutan dengan Refraktometer - Laporan Praktikum
     ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur kadar gula dalam larutan menggunakan refraktometer dengan mengukur indeks bias larutan. Tekn...
  •  Pengukuran pH Larutan dengan pH Meter
    Pengukuran pH Larutan dengan pH Meter
    ABSTRAK Praktikum ini dilaksanakan untuk mengukur tingkat keasaman (pH) larutan menggunakan pH meter. Metode pengukuran dilakukan secara non...
  • Pengukuran Kecepatan Rotasi dengan Tachometer
    Pengukuran Kecepatan Rotasi dengan Tachometer
     ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur kecepatan rotasi suatu poros menggunakan tachometer digital. Metode pengukuran dilakukan den...

Label

Aliran Air Archimedes Asam Atom Baterai Benda Besi Bunyi Cahaya Darah Data Efek Peltier Elektrolisis Elektromagnetik Entalpi Enzim Fermentasi Fitokimia Flow Meter Garam Gaya Magnetik Gelombang Gen Gesekan Getaran Gravitasi Hambatan Listrik Hewan Hidrolisis Hukum ingenhousz Kadar Gula Kalor kecepatan Konstanta Dielektrik Kontrasi larutan Korosi Laporan Praktikum larutan LED Listrik Logam Magnet Makanan Manusia Massa Massa Jenis Mikrobiologi Mikroskop modulus elastisitas Natrium Osmosis Pakaian Pegas Pengukuran Percepatan Perpindahan Panas pH larutan pH Meter Piknometer Pupuk Rangkaian LC Rangkaian RC Reaksi Rekayasa Reproduksi Resonansi sach Sel Senyawa Snell Spektrometer spektrum Suhu Tali Tanah Titik Beku Titik Lebur Tumbuhan Turbin Air Udara Unsur Zat cair

Arsip Blog

Copyright Laporan Praktikum - All Rights Reserved