Laporan Praktikum

Select Menu
  • Home

cari di blog ini

Home » Enzim » Pemeriksaan Enzim

Sabtu, 10 November 2012

Pemeriksaan Enzim

Admin
Add Comment
Enzim
Sabtu, 10 November 2012
1. Judul praktikum: Pemeriksaan enzim

2. Tujuan:
1. mengetahui pengaruh konsentrasi enzim, konsentrasi substrat serta PH terhadap aktivitas enzim amylase
2. Agar dapat melakukan pemeriksaan enzim
3. Mengetahui serta memahami reaksi kimia yang terjadi pada pengujian enzim.

3. Prinsip dasar:
Terbentuknya kompleks warna biru tua antara amilum dan iodium. Amilum setelah dihidrolisa oleh amylase secara berturut-turut akan membentuk dekstrin dan oligosakarida dengan masing-masing tingkat kemampuan mengikat iodium yang berbeda.


4. Landasan teori:
Menurut kuhne (1878), enzim berasal dari kata in + zyme yang berarti sesuatu didalam ragi.
Berdasarkan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa enzim adalah suatu protein yang berupa molekul – molekul besar, yang berat molekulnya adalah ribuan.
Pada enzim terdapat bagian protein yang tidak tahan panas yaitu disebut dengan apoenzim, sedangkan bagian yang bukan protein adalah bagian yang aktif dan diberi nama gugus prostetik, biasanya berupa logam seperti besi, tembaga , seng atau suatu bahan senyawa organic yang mengandung logam.
Apoenzim dan gugus prostetik merupakan suatu kesatuan yang disebut holoenzim, tetapi ada juga bagian enzim yang apoenzim dan gugus prospetiknya tidak menyatu. Bagian gugus prostetik yang lepas kita sebut koenzim, yang aktif seperti halnya gugus prostetik.
Contoh koenzim adalah vitamin atau bagian vitamin (misalnya : vitamin B1, B2, B6, niasin dan biotin).
Ada dua cara kerja enzim , yautu model kunci gembok dan induksi pas.
a. Model kunci gembok (block and key)
Teori ini dikemukakan oleh Fischer (1988). Menurutnya, enzim diumpamakansebagai gembok karena memiliki sebuah bagian kecil yang dapat berikatandengan substrat yang disebut dengan sisi aktif, sedangkan substrat sebagai kuncikarena dapat berikatan secara pas dengan sisi aktif enzim.Substrat dapat berikatan dengan enzim jika sesuai dengan sisi aktif enzim. Sisiaktif enzim mempunyai bentuk tertentu yang hanya sesuai untuk satu jenissubstrat saja, hal itu menyebabkan enzim bekerja secara spesifik.
Substrat yangmempunyai bentuk ruang yang sesuai dengan sisi aktif enzim akan berikatan danmembentuk kompleks transisi enzim-substrat. Senyawa transisi ini tidak stabilsehingga pembentukan produk berlangsung dengan sendirinya. Jika enzimmengalami denaturasi (rusak) karena panas, bentuk sisi aktif akan berubah sehingga substrat tidak sesuai lagi.
Perubahan pH juga mempunyai pengaruh yangsama.
b. Induksi pas (model induced fit)
Pada model ini sisi aktif enzim dapat berubah bentuk sesuai dengan bentuk substratnya.



Download  |  Sumber


Sekian artikel Pemeriksaan Enzim kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Pemeriksaan Enzim dengan alamat link https://praktikum-laporan.blogspot.com/2012/11/pemeriksaan-enzim.html
Facebook Twitter Google+

0 Comments

Kotak Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Populer Minggu ini

  • Pengukuran Konsentrasi Larutan dengan Spektrofotometri
    Pengukuran Konsentrasi Larutan dengan Spektrofotometri
      ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur konsentrasi larutan menggunakan spektrofotometri berdasarkan hukum Beer-Lambert. Dengan mem...
  • Pengukuran Gaya Magnetik dengan Sensor Hall - Laporan Praktikum
    Pengukuran Gaya Magnetik dengan Sensor Hall - Laporan Praktikum
      ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur gaya magnetik menggunakan sensor Hall. Sensor Hall mengubah medan magnet yang diterimanya m...
  • Pengukuran Kadar Gula dalam Larutan dengan Refraktometer - Laporan Praktikum
    Pengukuran Kadar Gula dalam Larutan dengan Refraktometer - Laporan Praktikum
     ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur kadar gula dalam larutan menggunakan refraktometer dengan mengukur indeks bias larutan. Tekn...
  •  Pengukuran pH Larutan dengan pH Meter
    Pengukuran pH Larutan dengan pH Meter
    ABSTRAK Praktikum ini dilaksanakan untuk mengukur tingkat keasaman (pH) larutan menggunakan pH meter. Metode pengukuran dilakukan secara non...
  • Pengukuran Kecepatan Rotasi dengan Tachometer
    Pengukuran Kecepatan Rotasi dengan Tachometer
     ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur kecepatan rotasi suatu poros menggunakan tachometer digital. Metode pengukuran dilakukan den...

Label

Aliran Air Archimedes Asam Atom Baterai Benda Besi Bunyi Cahaya Darah Data Efek Peltier Elektrolisis Elektromagnetik Entalpi Enzim Fermentasi Fitokimia Flow Meter Garam Gaya Magnetik Gelombang Gen Gesekan Getaran Gravitasi Hambatan Listrik Hewan Hidrolisis Hukum ingenhousz Kadar Gula Kalor kecepatan Konstanta Dielektrik Kontrasi larutan Korosi Laporan Praktikum larutan LED Listrik Logam Magnet Makanan Manusia Massa Massa Jenis Mikrobiologi Mikroskop modulus elastisitas Natrium Osmosis Pakaian Pegas Pengukuran Percepatan Perpindahan Panas pH larutan pH Meter Piknometer Pupuk Rangkaian LC Rangkaian RC Reaksi Rekayasa Reproduksi Resonansi sach Sel Senyawa Snell Spektrometer spektrum Suhu Tali Tanah Titik Beku Titik Lebur Tumbuhan Turbin Air Udara Unsur Zat cair

Arsip Blog

Copyright Laporan Praktikum - All Rights Reserved