Pemeriksaan Enzim

1. Judul praktikum: Pemeriksaan enzim

2. Tujuan:
1. mengetahui pengaruh konsentrasi enzim, konsentrasi substrat serta PH terhadap aktivitas enzim amylase
2. Agar dapat melakukan pemeriksaan enzim
3. Mengetahui serta memahami reaksi kimia yang terjadi pada pengujian enzim.

3. Prinsip dasar:
Terbentuknya kompleks warna biru tua antara amilum dan iodium. Amilum setelah dihidrolisa oleh amylase secara berturut-turut akan membentuk dekstrin dan oligosakarida dengan masing-masing tingkat kemampuan mengikat iodium yang berbeda.


4. Landasan teori:
Menurut kuhne (1878), enzim berasal dari kata in + zyme yang berarti sesuatu didalam ragi.
Berdasarkan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa enzim adalah suatu protein yang berupa molekul – molekul besar, yang berat molekulnya adalah ribuan.
Pada enzim terdapat bagian protein yang tidak tahan panas yaitu disebut dengan apoenzim, sedangkan bagian yang bukan protein adalah bagian yang aktif dan diberi nama gugus prostetik, biasanya berupa logam seperti besi, tembaga , seng atau suatu bahan senyawa organic yang mengandung logam.
Apoenzim dan gugus prostetik merupakan suatu kesatuan yang disebut holoenzim, tetapi ada juga bagian enzim yang apoenzim dan gugus prospetiknya tidak menyatu. Bagian gugus prostetik yang lepas kita sebut koenzim, yang aktif seperti halnya gugus prostetik.
Contoh koenzim adalah vitamin atau bagian vitamin (misalnya : vitamin B1, B2, B6, niasin dan biotin).
Ada dua cara kerja enzim , yautu model kunci gembok dan induksi pas.
a. Model kunci gembok (block and key)
Teori ini dikemukakan oleh Fischer (1988). Menurutnya, enzim diumpamakansebagai gembok karena memiliki sebuah bagian kecil yang dapat berikatandengan substrat yang disebut dengan sisi aktif, sedangkan substrat sebagai kuncikarena dapat berikatan secara pas dengan sisi aktif enzim.Substrat dapat berikatan dengan enzim jika sesuai dengan sisi aktif enzim. Sisiaktif enzim mempunyai bentuk tertentu yang hanya sesuai untuk satu jenissubstrat saja, hal itu menyebabkan enzim bekerja secara spesifik.
Substrat yangmempunyai bentuk ruang yang sesuai dengan sisi aktif enzim akan berikatan danmembentuk kompleks transisi enzim-substrat. Senyawa transisi ini tidak stabilsehingga pembentukan produk berlangsung dengan sendirinya. Jika enzimmengalami denaturasi (rusak) karena panas, bentuk sisi aktif akan berubah sehingga substrat tidak sesuai lagi.
Perubahan pH juga mempunyai pengaruh yangsama.
b. Induksi pas (model induced fit)
Pada model ini sisi aktif enzim dapat berubah bentuk sesuai dengan bentuk substratnya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Laporan Praktikum

Laporan Praktikum Analisis Vegetasi

Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation