Laporan Praktikum

Select Menu
  • Home

cari di blog ini

Home » Makanan » LAPORAN BIOLOGI UJI MAKANAN

Kamis, 06 September 2012

LAPORAN BIOLOGI UJI MAKANAN

Admin
Makanan
Kamis, 06 September 2012

LAPORAN BIOLOGI UJI MAKANAN

AIM 

Untuk menguji adanya kandungan karbohidrat,glukosa dan protein dalam bahan makanan.

BASIC THEORY

Tubuh manusia membutuhkan zat makanan dalam jumlah yang berbeda. Ada yang dibutuhkan dalam jumlah banyak (makronutrien), yaitu karbohidrat; protein; dan lemak,  ada pula yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, yaitu mineral dan vitamin
Makronutrien yang dibutuhkan manusia:
  1. Karbohidrat
Karbohidrat tersusun atas unsur-unsur C, H, dan O yang dibentuk dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan berhijau daun. Golongan karbohidrat antara lain : gula, tepung, dan selulosa. Menurut ukuran molekul,  karbohidrat dibedakan menjadi beberapa golongan sebagai berikut

  • Monosakarida, meliputi glukosa, fruktosa, dan galaktosa.
  • Disakarida, meliputi sukrosa, maltosa, dan laktosa.
  • Polisakarida, meliputi amilum, selulosa, dan glikogen.
Setiap molekul glukosa mengandung 38 ATP (adenosine trifosfat). Metabolisme karbohidrat dipengaruhi oleh enzim-enzim dan hormone-hormon tertentu. Adapun fungsi karbohidrat adalah sebagai berikut:
  1. Sebagi penghasil kalori (1 gram = 4,1 kalori )
  2. Pembentuk senyawa-senyawa organic yang lain seperti lemak dan protein
  3. Menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh

2. Glukosa

Glukosa adalah gula sederhana (monosakarida) yang berfungsi sebagai sumber utama energi di dalam tubuh. Glukosa adalah gula utama yang dibuat tubuh. Tubuh membuat glukosa dari protein, lemak dan, terutama, karbohidrat. Glukosa dihantarkan ke setiap sel melalui aliran darah. Namun, sel-sel itu tidak dapat menggunakan glukosa tanpa bantuan insulin. Glukosa juga dikenal dengan dekstrosa.

3. Protein

Protein merupakan senyawa majemuk yang terdiri atas unsure-unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang terdapat unsure P dan S. Molekul protein tersusun dari sejumlah asam amino sebagai bahan dari dasar.
Sifat-sifat suatu protein ditentukan oleh :
  1. Macam asam amino yang terdapat dalam molekul protein
  2. Jumlah tiap macam asam amino
  3. Susunan asam amino dalam molekul protein
Ada beberapa asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh kita, sehingga harus didapat dari makanan kita sehari-hari. Asam amino tersebut disebut asam amino esensial yang berjumlah 8, yaitu : lisineleusin, isoleusin, treonin, metionin, valin, fenilalanin, dan triptofan.
Protein dicerna secara kimia menjadi asam-asam amino yang kemudian diserap pada dinding-dinding ahlus. Asam-asam amino tersebut masuk ke pembuluh darah dan diangkut menuju ke sel-sel tubuh.
Adapun fungsi protein, yaitu :
  1. Penghasil energi ( 1 gram = 4,1 kalori )
  2. Pembangun jaringan-jaringan baru dan mengganti yang rusak
  3. Pembuat enzim dan hormone
  4. Penjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh
  5. Pembentuk antibodi

Tools And Materials

  • Tabung reaksi
  • Rak tabung
  • Gelas kimia
  • Kassa
  • Pembakar spiritus
  • Pipet
  • Korek api
  • Larutan A
  • Larutan B
  • Larutan C
  • Larutan D
  • Biuret
  • Lugol
  • Fehling A+B

Work Step

 
Ujilah masing-masing Larutan A, B, C, dan D dengan reagent :
  • Biuret
  • Lugol
  • Fehling A+B
Keterangan:
  • Penggunaan larutan A-D, ±1 cm dari dasar tabung reaksi
  • Penggunaan reagent antara 3-6 tetes
  • Penggunaan dengan fehling A+B harus dipanaskan
  • Masukkan hasil pengamatan ke dalam tabel

Result


Larutan
Reagent
Biuret
Lugol
Fehling A+B
A
biru
biru kehitaman
ungu  ungu
B
biru
biru
biru orange
C
ungu
bening
ungu  kuning
D
ungu
kuning
ungu  jingga

Pertanyaan
1. Sebutkan bahan apa saja yang dapat diuji dengan reagent biuret, lugol, dan fehling A+B?
Jawab:
  • Biuret: protein
  • Lugol: amilum
  • Fehling A+B: glukosa
2. Sebutkan indicator perubahan warna yang timbul dalam percobaan uji bahan makanan/ bahan organic tertentu?
Jawab:
  • Biuret: ungu
  • Lugol: biru kehitaman
  • Fehling A+B: orange/jingga
3. Bahan organic/bahan makanan apa saja yang terdapat dalam larutan A-D?
Jawab:
  • Larutan A : amilum
  • Larutan B : amilum, glukosa
  • Larutan C : protein
  • Larutan D : protein, glukosa

Conclusion

  1. Bahan makanan yang mengandung protein jika ditetesi dengan larutan biuret akan berubah wana menjadi ungu.
  2. Jika bahan makanan ditetesi dengan larutan lugol akan berubah warna menjadi ungu hingga kehitam-hitaman maka bahan makanan tersebut mengandung amilum.
  3. Jika bahan makanan diteesi larutan fehling A+B kemudian dipanaskan akan berubah warna menjadi orange/jingga maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa.
  4. Dari percobaan di atas maka dapat disimpulkan bahwa:
  • Larutan A mengandung amilum
  • Larutan B mengandung amilum dan glukosa
  • Larutan C mengandung protein
  • Larutan D mengandung Protein dan glukosa

Sumber: herehereisit

Anda sedang Membaca LAPORAN BIOLOGI UJI MAKANAN, baca juga LAPORAN PERCOBAAN INDIKATOR ASAM-BASA


Sekian artikel LAPORAN BIOLOGI UJI MAKANAN kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel LAPORAN BIOLOGI UJI MAKANAN dengan alamat link https://praktikum-laporan.blogspot.com/2012/09/laporan-biologi-uji-makanan.html
Facebook Twitter Google+

0 Comments

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Populer Minggu ini

  • Pengukuran Konsentrasi Larutan dengan Spektrofotometri
    Pengukuran Konsentrasi Larutan dengan Spektrofotometri
      ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur konsentrasi larutan menggunakan spektrofotometri berdasarkan hukum Beer-Lambert. Dengan mem...
  • Pengukuran Gaya Magnetik dengan Sensor Hall - Laporan Praktikum
    Pengukuran Gaya Magnetik dengan Sensor Hall - Laporan Praktikum
      ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur gaya magnetik menggunakan sensor Hall. Sensor Hall mengubah medan magnet yang diterimanya m...
  • Pengukuran Kadar Gula dalam Larutan dengan Refraktometer - Laporan Praktikum
    Pengukuran Kadar Gula dalam Larutan dengan Refraktometer - Laporan Praktikum
     ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur kadar gula dalam larutan menggunakan refraktometer dengan mengukur indeks bias larutan. Tekn...
  •  Pengukuran pH Larutan dengan pH Meter
    Pengukuran pH Larutan dengan pH Meter
    ABSTRAK Praktikum ini dilaksanakan untuk mengukur tingkat keasaman (pH) larutan menggunakan pH meter. Metode pengukuran dilakukan secara non...
  • Pengukuran Kecepatan Rotasi dengan Tachometer
    Pengukuran Kecepatan Rotasi dengan Tachometer
     ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur kecepatan rotasi suatu poros menggunakan tachometer digital. Metode pengukuran dilakukan den...

Label

Aliran Air Archimedes Asam Atom Baterai Benda Besi Bunyi Cahaya Darah Data Efek Peltier Elektrolisis Elektromagnetik Entalpi Enzim Fermentasi Fitokimia Flow Meter Garam Gaya Magnetik Gelombang Gen Gesekan Getaran Gravitasi Hambatan Listrik Hewan Hidrolisis Hukum ingenhousz Kadar Gula Kalor kecepatan Konstanta Dielektrik Kontrasi larutan Korosi Laporan Praktikum larutan LED Listrik Logam Magnet Makanan Manusia Massa Massa Jenis Mikrobiologi Mikroskop modulus elastisitas Natrium Osmosis Pakaian Pegas Pengukuran Percepatan Perpindahan Panas pH larutan pH Meter Piknometer Pupuk Rangkaian LC Rangkaian RC Reaksi Rekayasa Reproduksi Resonansi sach Sel Senyawa Snell Spektrometer spektrum Suhu Tali Tanah Titik Beku Titik Lebur Tumbuhan Turbin Air Udara Unsur Zat cair

Arsip Blog

Copyright Laporan Praktikum - All Rights Reserved