Laporan Praktikum

Select Menu
  • Home

cari di blog ini

Home » Hewan » Laporan Praktikum Ilmu Ternak Non Ruminasia (babi)

Kamis, 11 Desember 2014

Laporan Praktikum Ilmu Ternak Non Ruminasia (babi)

Admin
Add Comment
Hewan
Kamis, 11 Desember 2014
Laporan Praktikum Ilmu Ternak Non Ruminasia (babi)

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ternak babi merupakan salah satu komoditas peternakan yang cukup potensial untuk dikembangkan. Ternak babi dan atau produk olahannya cukup potensial sebagai komoditas ekspor nasional. Pasar komoditas ini masih terbuka lebar ke berbagai negara seperti Singapura dan Hongkong. Berdasarkan statistic peternakan tahun 2010, populasi ternak babi tertinggi terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur 1,637,351ekor, Bali (930,465 ekor), Sumatera Utara (734,222 ekor), Sulawesi Selatan (549,083 ekor), Kalimantan Barat (484,299 ekor), Papua (546,696 ekor), Kalimantan Barat (484,299 ekor), Sulawesi Utara (332 ,942 ekor), Bangka Belitung (268,220 ekor), Sulawesi Tengah (215,973 ekor), Kepri (185,663 ekor). Berdasarkan hasil survey tahun 2005 rata-rata kepemilikan peternak babi rakyat di provinsi Bali 29,3 ekor, Sumatera Utara 20,5 ekor dan Jawa Barat 20,65 ekor. Dengan kata lain, rata-rata kepemilikan ternak masih rendah, sehingga usaha yang dilakukan kurang efisien.
Umumnya usaha ternak babi merupakan usaha pembibitan dan penggemukan dan masuk kategori peternakan rakyat dengan sumber bibit berasal dari daerah sekitarnya (61,25%) dan dari peternakan sendiri 25%. Dalam hal performance babi di Indonesia masih sangat memprihatinkan dengan tingginya angka kematian yang mencapai 19,59%. Usaha budidaya ternak babi yang dilakukan di pemukiman pedesaan secara intensif dapat menimbulkan permasalahan lingkungan hidup.
Permasalahan yang paling sering terjadi adalah kesulitan pembuangan hasil samping berupa limbah kotoran ternak, urine dan permasalahan lingkungan sekitarnya. Limbah organik yang dihasilkan seperti kotoran ternak, sisa pakan lebih banyak menimbulkan masalah seperti penyakit ternak dan lingkungan dari pada keuntungan yang diperoleh. Untuk mengatasi permasalahan tersebut upaya yang sering dilakukan peternak adalah bagaimana membuang atau menjual secepatnya kotoran ternak yang menumpuk ke daerah-daerah pertanian untuk pupuk organik dengan harga yang relatif lebih murah.
Permasalahan lingkungan tersebut sebagian besar disebabkan oleh limbah organic yang tidak terurai dengan baik, sehingga menimbulkan masalah-masalah lingkungan seperti bau, gas beracun, hama penyakit dan lain-lain. Maka dari itu, dilakukan praktikum ini untuk mengetahi cara pemeliharaan ternak babi yang baik.

B. Tujuan
Adapun tujuan praktikum kali ini adalah untuk mengetahui cara pemeliharaan ternak babi di desa Air Batu, Banyuasin, Sumatera Selatan. Laporan Praktikum Ilmu Ternak Non Ruminasia (babi)

Download  |  Sumber


Sekian artikel Laporan Praktikum Ilmu Ternak Non Ruminasia (babi) kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Laporan Praktikum Ilmu Ternak Non Ruminasia (babi) dengan alamat link https://praktikum-laporan.blogspot.com/2014/12/laporan-praktikum-ilmu-ternak-non-ruminasia-babi.html
Facebook Twitter Google+

0 Comments

Kotak Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Populer Minggu ini

  • Pengukuran Konsentrasi Larutan dengan Spektrofotometri
    Pengukuran Konsentrasi Larutan dengan Spektrofotometri
      ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur konsentrasi larutan menggunakan spektrofotometri berdasarkan hukum Beer-Lambert. Dengan mem...
  • Pengukuran Gaya Magnetik dengan Sensor Hall - Laporan Praktikum
    Pengukuran Gaya Magnetik dengan Sensor Hall - Laporan Praktikum
      ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur gaya magnetik menggunakan sensor Hall. Sensor Hall mengubah medan magnet yang diterimanya m...
  • Pengukuran Kadar Gula dalam Larutan dengan Refraktometer - Laporan Praktikum
    Pengukuran Kadar Gula dalam Larutan dengan Refraktometer - Laporan Praktikum
     ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur kadar gula dalam larutan menggunakan refraktometer dengan mengukur indeks bias larutan. Tekn...
  •  Pengukuran pH Larutan dengan pH Meter
    Pengukuran pH Larutan dengan pH Meter
    ABSTRAK Praktikum ini dilaksanakan untuk mengukur tingkat keasaman (pH) larutan menggunakan pH meter. Metode pengukuran dilakukan secara non...
  • Pengukuran Kecepatan Rotasi dengan Tachometer
    Pengukuran Kecepatan Rotasi dengan Tachometer
     ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur kecepatan rotasi suatu poros menggunakan tachometer digital. Metode pengukuran dilakukan den...

Label

Aliran Air Archimedes Asam Atom Baterai Benda Besi Bunyi Cahaya Darah Data Efek Peltier Elektrolisis Elektromagnetik Entalpi Enzim Fermentasi Fitokimia Flow Meter Garam Gaya Magnetik Gelombang Gen Gesekan Getaran Gravitasi Hambatan Listrik Hewan Hidrolisis Hukum ingenhousz Kadar Gula Kalor kecepatan Konstanta Dielektrik Kontrasi larutan Korosi Laporan Praktikum larutan LED Listrik Logam Magnet Makanan Manusia Massa Massa Jenis Mikrobiologi Mikroskop modulus elastisitas Natrium Osmosis Pakaian Pegas Pengukuran Percepatan Perpindahan Panas pH larutan pH Meter Piknometer Pupuk Rangkaian LC Rangkaian RC Reaksi Rekayasa Reproduksi Resonansi sach Sel Senyawa Snell Spektrometer spektrum Suhu Tali Tanah Titik Beku Titik Lebur Tumbuhan Turbin Air Udara Unsur Zat cair

Arsip Blog

Copyright Laporan Praktikum - All Rights Reserved