Laporan Praktikum

Select Menu
  • Home

cari di blog ini

Home » Asam » Laporan Titrasi Asam Basa

Kamis, 05 Desember 2013

Laporan Titrasi Asam Basa

Admin
Add Comment
Asam
Kamis, 05 Desember 2013
I. JUDUL
TITRASI ASAM BASA

II. TUJUAN
Untuk menentukan normalitas larutan NaOH dengan larutan standar asam oksalat

III. ALAT DAN BAHAN
1. Gelas arloji
2. Corong
3. Labu ukur 100 ml
4. Erlenmeyer 250 ml
5. Aquadest 6. Indicator PP
7. Batang pengaduk
8. Timbangan
9. Buret 50 ml
10. Piala gelas
11. Asam oksalat 0,63 gram
12. NaOH encer

IV. DASAR TEORI
Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa, titrasi redox untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatan pembentukan reaksi kompleks dan lain sebagainya. (disini hanya dibahas tentang titrasi asam basa). Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai “titrant” dan biasanya diletakan di dalam Erlenmeyer, sedangkan zat yang telah diketahui konsentrasinya disebut sebagai “titer” dan biasanya diletakkan di dalam “buret”. Baik titer maupun titrant biasanya berupa larutan. Titrasi asam basa disebut juga titrasi adisi alkalimetri. Kadar atau konsentrasi asam basa larutan dapat ditentukan dengan metode volumetri dengan teknik titrasi asam basa. Volumetri adalah teknik analisis kimia kuantitatif untuk menetapkan kadar sampel dengan pengukuran volume larutan yang terlibat reaksi berdasarkan kesetaraan kimia. Kesetaraan kimia ditetapkan melalui titik akhir titrasi yang diketahui dari perubahan warna indicator dan kadar sampel untuk ditetapkan melalui perhitungan berdasarkan persamaan reaksi. Titrasi asam basa merupakan teknik untuk menentukan konsentrasi larutan asam atau basa. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi asam basa (netralisasi). Larutan yang kosentrasinya sudah diketahui disebut larutan baku. Titik ekuivalen adalah titik ketika asam dan basa tepat habis bereaksi dengan disertai perubahan warna indikatornya. Titik akhir titrasi adalah saat terjadinya perubahan warna indicator.

V. CARA KERJA
Membuat Larutan NaOH 0,1 N
1. Timbang 0,4 gram NaOH dengan timbangan
2. Dilarutkan di dalam piala gelas dengan aquadest
3. Masukkan ke dalam labu ukur 100 ml melalui corong
4. Piala gelas dibilas sampai bersih
5. Air bilasan dimasukkan ke dalam labu ukur
6. Di encerkan dengan aquadest sampai tanda batas
7. Dikocok 12 kali

Penetapan Titar NaOH 0,1 N
1. Timbang asam oksalat sebanyak 0,063 gram pada kertas timbang/kaca arloji
2. Dimasukkan ke dalam Erlenmeyer 250 ml
3. Kaca arloji dibilas dengan aquadest
4. Cairan pembilas dimasukkan ke dalam Erlenmeyer
5. Dilarutkan dengan air sampai dengan 25 ml
6. Tambahkan indicator PP 2 tetes
7. Titar dengan larutan NaOH 0,1 N
8. Penitaran diakhiri setelah terjadi perubahan warna dari tidak tidak berwarna menjadi merah jambu/pink.


Download


Sekian artikel Laporan Titrasi Asam Basa kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Laporan Titrasi Asam Basa dengan alamat link https://praktikum-laporan.blogspot.com/2013/12/laporan-titrasi-asam-basa.html
Facebook Twitter Google+

0 Comments

Kotak Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Populer Minggu ini

  • Pengukuran Konsentrasi Larutan dengan Spektrofotometri
    Pengukuran Konsentrasi Larutan dengan Spektrofotometri
      ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur konsentrasi larutan menggunakan spektrofotometri berdasarkan hukum Beer-Lambert. Dengan mem...
  • Pengukuran Gaya Magnetik dengan Sensor Hall - Laporan Praktikum
    Pengukuran Gaya Magnetik dengan Sensor Hall - Laporan Praktikum
      ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur gaya magnetik menggunakan sensor Hall. Sensor Hall mengubah medan magnet yang diterimanya m...
  • Pengukuran Kadar Gula dalam Larutan dengan Refraktometer - Laporan Praktikum
    Pengukuran Kadar Gula dalam Larutan dengan Refraktometer - Laporan Praktikum
     ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur kadar gula dalam larutan menggunakan refraktometer dengan mengukur indeks bias larutan. Tekn...
  •  Pengukuran pH Larutan dengan pH Meter
    Pengukuran pH Larutan dengan pH Meter
    ABSTRAK Praktikum ini dilaksanakan untuk mengukur tingkat keasaman (pH) larutan menggunakan pH meter. Metode pengukuran dilakukan secara non...
  • Pengukuran Kecepatan Rotasi dengan Tachometer
    Pengukuran Kecepatan Rotasi dengan Tachometer
     ABSTRAK Praktikum ini bertujuan untuk mengukur kecepatan rotasi suatu poros menggunakan tachometer digital. Metode pengukuran dilakukan den...

Label

Aliran Air Archimedes Asam Atom Baterai Benda Besi Bunyi Cahaya Darah Data Efek Peltier Elektrolisis Elektromagnetik Entalpi Enzim Fermentasi Fitokimia Flow Meter Garam Gaya Magnetik Gelombang Gen Gesekan Getaran Gravitasi Hambatan Listrik Hewan Hidrolisis Hukum ingenhousz Kadar Gula Kalor kecepatan Konstanta Dielektrik Kontrasi larutan Korosi Laporan Praktikum larutan LED Listrik Logam Magnet Makanan Manusia Massa Massa Jenis Mikrobiologi Mikroskop modulus elastisitas Natrium Osmosis Pakaian Pegas Pengukuran Percepatan Perpindahan Panas pH larutan pH Meter Piknometer Pupuk Rangkaian LC Rangkaian RC Reaksi Rekayasa Reproduksi Resonansi sach Sel Senyawa Snell Spektrometer spektrum Suhu Tali Tanah Titik Beku Titik Lebur Tumbuhan Turbin Air Udara Unsur Zat cair

Arsip Blog

Copyright Laporan Praktikum - All Rights Reserved