Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Laporan Praktikum Mikrobiologi Lingkungan

MIKROBIOLOGI UDARA (Laporan Praktikum Mikrobiologi Lingkungan)

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Mikroba ada dimana-mana, termasuk udara. Diudara hidup berbegai jenis mikroba yang saling hidup berdampingan. Udara terdiri dari berbagai lapisan hingga ketinggian sekitar 1000 km. Lapisan yang terdekat dengan bumi disebut troposfer. Di daerah subtropis, troposfer memanjang sekitar 11 km sedangkan di daerah tropis sampai sekitar 16 km. Troposfer ini dicirikan dengan keberadaan mikroorganisme. Temperatur atmosfer bervariasi dekat permukaan bumi. Namun, mikroba dalam jumlah besar ditemukan di atmosfer bagian bawah (permukaan bumi).
Oksigen merupakan kebutuhan utama manusia yang paling esensial. Saat ini, masyarakat di kota-kota besar sudah sulit mendapat udara yang bersih dan segar karena tingginya tingkat pencemaran udara akibat asap kendaraan bermotor dan kegiatan pabrik. Kondisi pencemaran udara seperti ini mengakibatkan logam-logam berat berbahaya, virus, bakteri dan mikroorganisme …

Uji Boraks pada Mie

Laporan Praktikum Uji Boraks pada Mie

PENDAHULUAN
Latar Belakang

Makanan adalah inti dari kehidupan, akan tetapi kebanyakan orang memberikan sedikit perhatian terhadap peranan kimia analitik dalam memastikan amannya makanan kita untuk dikonsumsi. Ketika isu-isu keamanan makanan muncul ke permukaan, biasanya yang menimbulkan permasalahan adalah seputar residu-residu pestisida atau bahan-bahan kimia buatan manusia lainnya dalam makanan. Agak sulit menghindari konsumsi bahan makanan yang bebas bahan berbahaya mengingat hampir sebagian besar bahan makanan tercemar bahan tersebut.

Untuk ikan segar terutama ikan laut, tiap kali membeli, tekan-tekan badan ikan. Coba cium aroma ikan, pilih ikan yang masih anyir aromanya. Cara ini bertujuan untuk memastikan ikan terbebas dari boraks, karena menandakan ikan masih segar. Sebaiknya jangan mengkonsumsi ikan laut, beralih saja pada ikan air tawar yang masih hidup seperti mujair, gurami atau ikan mas dna nila. Untuk sementara sebaiknya jangan me…

Laporan Anatomi Tumbuhan

Laporan Anatomi Tumbuhan
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sel merupakan unit dasar umum dari struktur organik. Sel tumbuhan diartikan sebagai suatu kehidupan kecil yang mempunyai batas nyata atau dinding sel, di dalamnya terjadi reaksi-reaksi kimia yang rumit (Pandey, 1980). Sel juga dikatakan sebagai kesatuan struktur fisiologi yang terkecil dari organisme hidup. Sel tumbuhan pada dasarnya terdiri dari protoplas yang dikelilingi dinding sel. Dinding sel biasanya dianggap bagian mati sedangkan protoplas adalah bagian hidup dari sel. Protoplas terdiri dari komponen protoplasmik dan nonprotoplasmik. Komponen protoplasmik ada yang bersifat cair yaitu sitoplasma. Sitoplasma merupakan substansi setengah cair lebih pekat (viscous) dari air dan bening (tembus cahaya; translucent) sehingga sukar dilihat oleh mata meskipun telah menggunakan mikroskop. Sitoplasma dapat dilihat dengan adanya aliran plasma sebagai indikator dari sel hidup. Aliran plasma dapat berlangsung dalam satu arah, …

Reproduksi Ternak Pemilihan Pejantan dan Betina Unggul

BAB I MATERI DAN METODE Praktikum Ilmu Reproduksi Ternak dengan materi Pemilihan Pejantan dan Betina Unggul dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 31 November 2013 pukul 11.00-14.00 WIB di Kandang sapi potong dan perah Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang.
1.1. Materi
Materi yang digunakan dalam praktikum Pemilihan Pejantan dan Betina Unggul menggunakan alat yaitu meteran yang berfungsi untuk mengukur ukuran skrotum, alat tulis untuk mencatat hasil pengamatan. Sementara bahan yang digunakan yaitu sapi potong jantan dan betina, sapi perah jantan dan betina .
1.2. Metode
Metode yang digunakan dalam praktikum Pemilihan Pejantan dan Betina Unggul yaitu untuk pejantan mengukur lingkar skrotumnya dan mengamati bentuk skrotum, mengamati kondisi alat reproduksi penis, mengamati dan menilai Body Condition Score (BCS) dengan memeriksa perlemakannya dengan melihat kondisi tubuh. Pada betina mengamati alat reproduksi vulva, bentuk dan jumlah ambing, mengama…

Ilmu Reproduksi Ternak Sel Gamet

BAB I MATERI DAN METODE
Praktikum Ilmu Reproduksi Ternak dengan materi Sel Gamet dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 27 Oktober 2013 pukul 11.00-13.00 WIB di Laboratorium Genetika, Pemuliaan dan Reproduksi Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang.

1.1. Materi

Alat-alat yang digunakan dalam praktikum Sel Gamet Jantan dan Betina yaitu container yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan semen beku, pinset yang berfungsi untuk mengambil semen beku dari container, gelas yang berfungsi sebagai tempat air dengan suhu 360 C, gunting yang berfungsi untuk memotong straw, tabung reaksi yang berfungsi untuk menampung semen yang akan diamati, pipet yang berfungsi untuk mengambil semen dalam volume tertentu, mikroskop yang berfungsi untuk mengamati sel sperma dan ovum, cawan petri yang berfungsi sebagai wadah atau tempat meletakkan ovum, disposible syringe dan spuit yang berfungsi untuk mengambil cairan dalam ovum, LCD proyektor dan media movie yang berfungsi untuk…

Reproduksi Ternak Anatomi Fisiologi Organ

BAB I MATERI DAN METODE
Praktikum Ilmu Reproduksi Ternak dengan materi Anatomi dan Fisiologi Organ Reproduksi Ternak dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 7 Oktober 2013 pukul 09.00-11.00 WIB di Laboratorium Genetika, Pemuliaan dan Reproduksi Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang.
1.1. Materi

Dalam praktikum Anatomi dan Fisiologi Organ Reproduksi Ternak menggunakan bahan yaitu organ reproduksi jantan dan betina pada sapi, babi dan domba. Sedangkan alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah nampan sebagai tempat untuk meletakkan organ reproduksi ternak yang diamati, kertas keterangan alat reproduksi untuk memberi nama alat reproduksi ternak, jarum pentul untuk menempelkan kertas keterangan alat reproduksi sesuai dengan bagiannya, dan alat tulis untuk menggambar dan mencatat hasil pengamatan organ reproduksi ternak.
1.2. Metode

Metode yang dilakukan dalam praktikum Anatomi dan Fisiologi Organ Reproduksi Ternak adalah melakukan pengamata…

Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur

Laporan Praktikum: Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Uji nyala terhadap beberapa kation logam-logam golongan alkali tanah, II A periodic unsure, diperoleh data sebagai berikut: warna spectrum pada Li, merah; Na, kuning; K, ungu; Mg, tak berwarna; Cu, merah; Ba, hijau. Mengapa warna setiap spectrum dalam setiap kation di atas berbeda? Ketia garam padat dikenakan nyala api, electron-elektron kation menyerap energy, sehingga gerakannya makin cepat. Elektron yang untung energy itu berpindah ke tingkat energy yang lebih tinggi, dikatakan electron itu dari keadaan stasioner mengalami eksitasi namun keadaan ini tidak stabil. Energy itu terpancar kembali sebagai spectrum dan electron kembali ke keadaan semula. Mengapa warna spectrum tiap atom unsure berbeda? Warna yang berbeda disebabkan oleh panjang gelombang yang berbeda. Berarti jarak orbital tiap unsure atom selalu berbeda. Jarak antara molekul dalam suatu orbital ternyata tidak ada yang sama …